Review Huawei Honor 4C

Hardware

Hardware. Tidak seperti ponsel-ponsel lain yang biasanya menggunakan processor buatan Qualcomm atau MediaTek, Honor 4C justru pede menggunakan Processor hasil pengembangan Huawei sendiri, HiSilicon Kirin 620. Ber-arsitektur 64bit dan memiliki kecepatan 1.2 Ghz x8 (Octacore), Honor 4C juga dipersenjatai dengan RAM 2 Gb, GPU Mali-450MP4. Dengan spesifikasi tersebut, hape ini mampu bekerja dengan baik tanpa hambatan. Baik digunakan secara normal maupun untuk bermain game. Hal ini dibuktikan dengan hasil Benchmark yang tergolong baik dan performa gaming yang juga baik. Mendukung multitouch hingga 10 titik dan kelengkapan sensor yang juga terbilang “lumayan” juga menjadi daya tarik dari  hape ini. Yaaa walaupun secara pribadi absennya sensor Gyroscope sangat disayangkan.

Storage. Memiliki internal memori yang “Hanya” 8GB juga menurut saya menjadi sebuah masalah yang serius. hanya menyisakan freespace kurang dari 4gb membuat saya kesulitan untuk menginstall aplikasi-aplikas dan game yang memiliki ukuran yang besar. Untungnya hape ini memiliki slot MicroSD yang bisa di tambah hingga 32 GB. Dan kabar baiknya lagi adalah kita bisa langsung menggunakan External Memory sebagai media default penyimpanan. Baik itu penyimpanan foto, video atau aplikasi. Jadi install aplikasi yang besarpun tetap aman.

Eksternal Speaker. Suara yang dihasilkan dari eksternal speaker lumayan keras, walaupun terdengar agak pecah. Posisi eksternal speaker yang berada di bagian bawah belakang rasanya kurang tepat. Karena pada saat kita meletakkan hape dalam posisi normal, otomatis lubang speaker akan tertutup juga. Hal ini membuat saat hape dalam posisi aktif, terkadang suara notifikasi dan telpon tidak terdengar.

P50817-104051

Audio Quality. Karena saya sering menggunakan hape sebagai media pemutar musik, saya akan sedikit bahas soal sektor ini. Dibanding seri sebelumnya, Honor 4C mengalami peningkatan di sektor ini. Kualitas suara yang dihasilkan cukup baik, ditambah adanya opsi DTS yang bikin suara semakin Joss Gandoss. Hanya saja, penyakit lama yaitu volume yang kecil belum juga sembuh. Saya ga tau ini penyakit dari player bawaan atau memang dari hape nya sendiri. Karena saat dicoba dengan player lain (PowerAmp), suara bisa lebih keras daripada player bawaan.

P50820-134324

Baterai. Nah ini bagian yang menurut saya paling penting. Hape ini memiliki baterai yang ditanam secara permanen (ga bisa di copot) sebesar 2550 mAh berjenis Li-ion, sedikit lebih besar dibanding Honor 3C. Daya tahannya juga menurut saya sama baiknya dengan Honor 3C, IRIT! Dengan pemakaian berat ala saya, hape ini mampu bertahan 13 jam-an dengan screen on time hingga 4 jam lebih dikit.

Konektivitas. Honor 4C memiliki 2 buah slot Micro SIM yang mendukung koneksi 3G dikedua slotnya. Absennya konektivitas 4G sangat disayangkan mengingat sekarang sudah jadi standar baru untuk ponsel di negara berkembang seperti Indonesia yang saat sedang beralih ke 4G. Untuk konektivitas standar juga tergolong lengkap seperti Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, Bluetooth v4.0, A2DP, EDR, GPS, with A-GPS, GLONASS, FM radio dan microUSB v2.0. Di spesifikasi yang tertulis memang tidak disebut dukungan untuk USB OTG. Sayapun penasaran dan mencoba memasang USB OTG dan ternyataaaaa…. memang ga support sob… (Penasaran itu memang mahal)

Indahnya Berbagi...

Good

  • Desain ciamik
  • Layar jernih
  • Kamera oke
  • Baterai awet

Bad

  • Internal Storage Kecil
  • Harga tergolong tinggi untuk hape sekelas
  • Belum 4G

Summary

Keputusan untuk menggunakan processor buatan sendiri rasanya cukup tepat. Terbukti memberikan kinerja yang lebih baik dari seri sebelumnya. Namun internal memori yang kecil menjadi nilai minus tersendiri. Disediakannya slot micro SD dan kemampuan menggunakan external storage sebagai tempat penyimpanan utama rasanya cukup memberikan solusi.
7.5

Bagus...

Anaknya pak bambang dan bu neneng. Gadget freak yang tidak sombong rajin menabung suka menolong dan hobi berkebun serta bercocok tanam. Pecinta badminton yang ga pernah kurus. Gitaris yang ga pernah bikin album. Biar kata gendut tapi lincah. Suwer!! :p