Beberapa orang atau bahkan saya sendiri sempat setuju bahwa tablet android tidak menawarkan sesuatu hal yang lebih ketimbang smartphone Android selain besar layar dan baterainya. Sebelumnya, saya lebih memilih menggunakan tablet ketimbang smartphone Android untuk melakukan hal2 seperti browsing, menulis script review, mengatur agenda, nonton Youtube dan lain2. Namun sekarang, smartphone Android bertambah besar, bahkan menciptakan pasar baru (jika boleh dibilang begitu) dengan sebutan phablet . Perlahan namun pasti, saya mulai melupakan tablet saya (Xiaomi MiPad) yang sekarang beneran lupa, taro di mana itu tablet. Hal tersebut juga terlihat dari makin lesunya pasar tablet tanah air. Model tablet seakan tidak diupdate lagi. Tapi itu setelah saya ketemu tablet yang satu ini.

Namanya Samsung Galaxy Tab A 2016 with S Pen. Penamaan yang agak aneh menurut saya. Pertama, kepanjangan XD. Saya tanya ke mba2 yang jual tablet ini, katanya namanya ngga boleh diputus. Misalnya, Samsung Galaxy Tab A aja, udah ada tablet yang pake nama itu, Samsung Galaxy Tab S pen juga ngga bisa, karena tablet yang pake S pen bukan hanya tablet ini aja. Pokoknya itu nama panjang jangan kalean potong sob. Bisa rempong soalnya. Kemudian yang kedua… Ini udah tahun 2017. Awkward ngga sih pake tablet yang namanya 2016 di tahun 2017? Ya… begitulah

Terlepas dari itu semua, saya berani merekomendasikan tablet ini karena beberapa alasan. Mungkin sebagai pembuka, ini bukanlah tablet berpolpen pertama saya. Sebelumnya saya sudah pernah menggunakan HTC Flyer, Samsung Galaxy Note 10.1, dan Samsung Galaxy Note 8. Dan tablet inilah yang ngasih pengalaman penggunaan terbaik menurut saya (Kecuali speakernya, lebih suka Galaxy Note 10.1 yang punya speaker di depan)

Mulai dari layar PLS alias IPS ala Samsung yang viewing anglenya luas, desain minimalis, ngga mbulet2 lagi kayak desain Samsung terdahulu dan yang paling keren adalah fitur S Pen nya. Seakan ingin menebus dosa (atau mungkin daripada ngga kepake), Fitur S pen yang sebelumnya hadir di Smartphone yang ngga jadi dijual karena punya fitur kayak petasan jangwe, hadir di Samsung Galaxy Tab A 2016 with S Pen ini yang punya bandrol harga dari smartphone mleduk tersebut. Karena punya fitur inilah menurut saya lebih masuk akal punya form factor yang luas sebesar tablet. Tablet ini jadi ngga hanya jadi smartphone yang di glonggongin jadi besar, tapi memang jadi tablet yang enak banget untuk melakukan hal2 yang produktif.

Di video di atas bisa dilihat fitur2 yang saya suka dari Samsung Galaxy Tab A 2016 with S Pen ini (tuh kan namanya kepajangan). Selama make ini tablet, kelemahan yang saya dapet cuman satu, ini keberatan. Tapi berat segini masih masuk akal buat tablet yang ukurannya 10 inch. So ya… Mungkin memang harusnya tablet android ya begini

Indahnya Berbagi...
Sarjana teknik lingkungan yg jatuh cinta dengan dunia gadget. 10% penjaga rumah 20% kritikus makanan 70% geek